MAKIN MEREBAKNYA VIRUS DI DUNIA TEKNOLOGI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sejak kemunculannya pertama kali pada pertengahan tahun 1980-an, virus  komputer   telah mengundang  berbagai   kontroversi   yang  masih berlangsung hingga saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi sistem komputer, virus komputer pun menemukan cara-cara baru untuk menyebarkan diri melalui berbagai media komunikasi yang ada. Istilah computer virus pertama kali digunakan oleh Fred Cohen dalam papernya yang berjudul ‘Computer Viruses–Theory and Experiments’ pada tahun 1984. Maka, menurut definisi yang diberikan di atas dapat disimpulkan bahwa sifat dasar virus komputer  yaitu  mempunyai kemampuan untuk menjangkiti (menginfeksi) program lain dan menyebar. Pada dasarnya penggunaan isitlah virus dikarenakan adanya kesamaan dalam hal sifat antara virus komputer dengan virus yang kita kenal dalam dunia fisik. Di mana keduanya memiliki dua tujuan, yaitu untuk bertahan hidup dan
bereproduksi.Virus  komputer dapat diklasifikasi menjadi dua  tipe. Yang pertama yaitu dibuat untuk tujuan penelitian dan studi, dan tidak dipublikasikan. Sedangkan tipe yang kedua merupakan virus komputer yang membahayakan sistem komputer pada umumnya (virus ‘in the wild’)

1.2 IDENTIFIKASI MASALAH

Seiring berkembangnya jaman memebuat manusia menjadi seorang raja , kalau dulu manusia bekerja dengan mengandalkan akal dan otot mereka. Kini dengan berkembangnya zaman manusia tinggal menggunakan prinsip 3D ( datang, duduk, diam ) karena sudah ada alat canggih yang bernama komputer, dengan adanya komputer semua tugas dan pekerjaan manusia bergantung pada benda elektronik yang bernama komputer ini. Namun walaupun komputer ini bisa bekerja maksimal , tapi sifat komputer ini sama dengan manusia. Maksudnya tidak  hanya manusia saja yang bisa kena penyakit, komputer juga bisa kena penyakit namanya ” virus”. Jika komputer terkena virus maka system kerjanya tidak akan stabil dan normal seperti biasanya , malahan komputer bisa sampai hang ( macet total) dan yang lebih parah bisa sampai instal ulang. Kalau sudah kena yang namanya instal ulang orang akan kebingungan dan semua pekerjaannya sia – sia.

1.3 TUJUAN

·           Mampu mengenal kriteria virus pada komputer.

·           Mampu mengatasi masalah virus yang telah menyerang.

·            Mengetahui metode untuk memprogram ulang komputer pada saat rusak akibat virus.

·           Mampu untuk memunculkan data yang disembunyikan oleh virus.

1.4 METODE PENULISAN

Metode penulisan penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah: studi pustaka dan browsing internet. Dalam metode ini penulis membaca buku-buku,majalah, tabloid, dan mencari referensi menggunakan browsing internet yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN

Rancangan sistematika makalah ini terdiri atas beberapa bab yang akan dirinci sebagai berikut :
BAB I :                     Pendahuluan

Berisi mengenai latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penulisan, dan metode penulisan.

BAB II :   Pengertian Virus secara umum

Berisi mengenai penjelasan umum klasifikasi, bagian dasar, gambaran fisik, cara kerja suatu virus, dan mengamankan data dari virus.

BAB III :   Simpulan dan saran secara keseluruhan.

BAB II

MAKIN MEREBAKNYA VIRUS DI DUNIA TEKNOLOGI

2.1 PENGERTIAN VIRUS

Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan “worm“. Tulisan ini tidak akan bahas worm karena nanti akan mengalihkan kita dari pembahasan mengenai virus ini.

(Sumber: Ramadhan,dkk.perilaku dan dampak virus komputer:2009)

2.2 KLASIFIKASI VIRUS KOMPUTER

Virus   komputer   dan   program    lain  yang   membahayakan   sistem komputer dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok menurut bagaimana   cara   mereka   untuk   menjangkiti   (infect)  sebuah   sistem komputer, bagian dari sistem komputer yang mereka jangkiti, atau
kelakuan (behaviour) yang dimiliki oleh mereka.Berikut adalah contoh klasifikasi dari berbagai jenis harmful program;Malware, merupakan singkatan dari Malicious Software, merujuk padaprogram yang dibuat dengan tujuan membahayakan atau menyerang sebuahsistem komputer. (Sumber: Ramadhan,dkk.perilaku dan dampak virus komputer:2009)
Terdiri atas :

◦ Computer Virus, merujuk pada program yang memiliki kemampuanuntuk bereplikasi dengan sendirinya.
◦ Computer Worm, merujuk pada program independen yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi dengan sendirinya. Indepen disini memiliki makna bahwa worm tidak memiliki host program sebagaimana virus, untuk ditumpangi. Sering kali worm dikelompokan sebagai sub-kelas dari virus komputer.
◦ Trojan    Horse,   merujuk  pada   program  independen  yang dapat mempunyai fungsi yang tampaknya berguna, dan ketika dieksekusi, tanpa sepengetahuan pengguna, juga melaksanakan fungsi-fungsi yang bersifat destruktif.
◦ Malicious Toolkits, merujuk pada program yang didesain untuk membantu menciptakan program-program yang dapat membahyakan
sebuah   sistem  komputer.Contoh: Tool  pembuat  virus dan program yang dibuat untuk membantu proses hacking.
◦ Joke   Program,  merujuk   pada   program   yang  meniru operasi-
operasi yang  dapat membahayakan sistem komputer, namun sebenarnya dibuat untuk tujuan lelucon dan tidak mengandung
operasi berbahaya apapun.

Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria berikut :

1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi

2. Kemampuan untuk memeriksa suatu file

3. Kemampuan untuk menggandakan diri dan menularkan diri

4. Kemampuan melakukan manipulasi

5. Kemampuan untuk menyembunyikan diri.

Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan. (Sumber: Ramadhan,dkk.perilaku dan dampak virus komputer:2009)

1.            Kemampuan Untuk Mendapatkan Informasi

Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory. Untuk apa? Agar dia dapat memperoleh daftar file yang bisa dia tulari. Misalnya, virus makro yang akan menginfeksi semua file data MS Word, akan mencari daftar file berekstensi *.doc. Disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/data semua file, lalu memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari. Biasanya data ini tercipta saat file yang tertular/terinfeksi virus atau file program virus itu sendiri dibuka oleh user. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya (biasanya) di RAM, sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang. Tetapi data-data ini akan tercipta kembali setiap kali virus itu diaktifkan. Biasanya data-data ini disimpan juga sebagai hidden file oleh virus tersebut.

2. Kemampuan Memeriksa Suatu Program

Suatu virus juga harus bisa memeriksa suatu file yang akan ditulari, misalnya dia bertugas menulari program berekstensi *.doc, maka dia harus memeriksa apakah file dokumen tersebut telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah, akan percuma menularinya lagi. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file/program. Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki/memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut. Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik di setiap file yang telah terinfeksi.

3. Kemampuan Untuk Menggandakan Diri

Kalau ini memang virus “bang-get”, maksudnya, tanpa kemampuan ini tak adalah virus. Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari file lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya. Jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya penularan dengan cara menuliskan byte pengenal pada file tersebut, dan seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file sasaran. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/menggandakan dirinya adalah :

a. File yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file berisi program virus itu sendiri menggunakan nama file yang asli.

b. Program virus yang sudah dieksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file yang ada.

(Sumber: Ramadhan,dkk.perilaku dan dampak virus komputer:2009)

4. Kemampuan Mengadakan Manipulasi

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file. Isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang tidak berbahaya sampai yang melakukan perusakan. Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi file atau pun mempopulerkan pembuatnya ! Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi. Misal :

a. Membuat gambar atau pesan pada monitor

b. Mengganti/mengubah-ubah label dari tiap file, direktori, atau label dari drive di PC

c. Memanipulasi file yang ditulari

d. Merusak file

e. Mengacaukan kerja printer, dsb.

(Sumber: Ramadhan,dkk.perilaku dan dampak virus komputer:2009)

5. Kemampuan Menyembunyikan Diri

Kemampuan menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.

Langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:

– Program virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai ,

– Program virus diletakkan pada Boot Record atau track pada disk yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri ,

– Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak terlalu berubah ukurannya ,

– Virus tidak mengubah keterangan/informasi waktu suatu file ,

– dll. (Sumber: Ramadhan,dkk.perilaku dan dampak virus komputer:2009)

2.3 BAGIAN DASAR VIRUS COMPUTER
Setiap virus komputer yang aktif, harus terdiri atas dua buah bagian dasar atau subroutine, yaitu :
1. SEARCH ROUTINE, berfungsi untuk menemukan file atau lokasi baru yang akan dijadikan target berikutnya untuk diserang. Bagian ini juga menentukan bagaimana cara virus bereproduksi, apakah secara cepat atau lambat, apakah dapat menyerang sebagian atau seluruh bagian   dari  target.   Namun  sebagaimana    tradeoff  ukuran   dan fungsionalitas yang dimiliki setiap program, bila virus memiliki search routine yang rumit, maka akan dibutuhkan ruang yang lebih besar. Dengan demikian walaupun search routine yang baik dapat membantu virus untuk menyebar lebih cepat, namun ukuran virus akan bertambah besar karenanya.
2. COPY ROUTINE, berfungsi untuk meng-copy dirinya sendiri pada area yang telah ditentukan oleh search routine. Ukuran dari bagian ini bergantung pada kompleksitas dari virus yang di-copy.Sebagai   contoh,  virus   yang  menyerang file  berekstensi COM umumnya berukuran lebih kecil daripada virus yang menyerang file EXE, karena file EXE memiliki struktur yang lebih kompleks, sehingga virus lebih sukar untuk melekatkan diri pada file EXE. Selain kedua bagian di atas, sering   kali   sebuah virus digabungkan  lagi dengan bagian yang berfungsi untuk menghindari deteksi, baik oleh  pengguna  komputer  maupun software  pendeteksi virus. Bagian ini disebut Anti-Detection Routine, dan dapat merupakan bagian dari search routine, copy routine, atau bahkan terpisah dari keduanya. Sebagai contoh, bagian ini akan mengaktifkan virus jika selama lima menit tidak ada tombol keyboard yang ditekan, dengan asumsi pengguna tidak sedang menggunakan komputer. Kadang kala virus masih digabungkan dengan bagian lain seperti routine untuk merusak sistem yang diserang atau routine yang berfungsi hanya untuk lelucon. (Sumber: Firmansyah. virus komputer:2009)

2.4 GAMBARAN FISIK VIRUS KOMPUTER
Seperti   yang   telah    dijelaskan     sebelumnya,    dalam   melakukan proses  replikasi   sebuah   virus   memodifikasi     program  lain   sehingga virus tersebut menjadi bagian dari program tersebut. Sehingga setiap kali program tersebut dieksekusi, virus akan dieksekusi pula dan menyerang program lain. Berikut adalah tiga jenis virus komputer ;
1. OVER VIRUSES, menjadi bagian dari program host dengan ‘menimpa’ (menggantikan)    bagian   awal     dari   program   tersebut,   sehingga program   host   tidak   akan    mengalami    perubahan   ukuran,   namun mengalami   kerusakan    dan    tidak    dapat   berfungsi    sebagaimana mestinya.
2. PREPENDING VIRUSES, bereplikasi dengan menjadi bagian awal dari\ program host sehingga ketika program host dieksekusi, sebelum program host virus akan terlebih dahulu dieksekusi. Keberadaan virus tidak menyebabkan kerusakan fungsional pada program host namun akan memperbesar ukuran program host.
3. APPENDING VIRUSES, bereplikasi dengan menjadi bagian akhir dari program host tanpa merubah isi dari program host. Namun pada bagian awal program yang telah terinfeksi diberikan mekanisme agar ketika program dieksekusi, virus akan dieksekusi terlebih dahulu. (Sumber: Firmansyah. virus komputer:2009)

2.5 CARA KERJA VIRUS KOMPUTER
Berikut  ini  adalah  penjelasan  mengenai   cara  kerja  berbagai jenis virus komputer :
•  File Infector Virus, memiliki kemampuan untuk melekatkan diri (attach)  pada   sebuah  file,   yang   biasanya  merupakan   file executable. Pada umumnya virus jenis ini tidak menyerang file data. Namun dewasa ini, sebuah file data atau dokumen lainnya dapat  mengandung  kode  executable   seperti  macro,  yang  dapat dieksploitasi oleh pencipta virus komputer, worms atau trojan horse.
•  Boot Sector Virus, memodifikasi program yang berada di dalam boot sector pada DOS-formatted disk. Pada umumnya, sebuah boot sector virus akan terlebih dahulu mengeksekusi dirinya sendiri sebelum proses bootup pada PC, sehingga seluruh floppy disk yang digunakan pada PC tersebut akan terjangkiti pula.
•  Multipartite Virus, memiliki fitur dari kedua jenis virus di atas (baik sebagai file infector mau pun sebagai boot /system sector virus). Ketika sebuah file yang terinfeksi oleh virus jenis ini dieksekusi, maka virus akan menjangkiti boot sector dari hard disk atau partition sector dari komputer tersebut, dan sebaliknya.
• Macro Virus, menjangkiti program macro dari sebuah file data atau  dokumen   (yang  biasanya   digunakan   untuk    global   setting seperti template Microsoft Word), sehingga dokumen berikutnya yang diedit oleh program aplikasi tersebut akan terinfeksi pula oleh macro yang telah terinfeksi sebelumnya.
• Stealth Virus, bekerja secara residensial (menetap) di dalam memori  dan  menyembunyikan    perubahan   yang   telah   dilakukannya terhadap   file   yang   dijangkiti.   Hal   ini    dilakukan    dengan mengambil alih fungsi sistem jika terjadi proses pembacaan. Jika program lain meminta informasi dari bagian sistem yang telah
dijangkiti virus stealth, maka virus akan memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan sebelum terjangkiti virus, sehingga seolah-olah sistem berfungsi dalam keadaan baik tanpa gangguan dari virus komputer.
• Polymorphic   Virus,   cenderung   melakukan    perubahan    di   dalam kodenya setiap kali mengalami proses replikasi sehingga sulit untuk dideteksi oleh anti-virus software.
• Companion Virus, bekerja dengan berpura-pura menggantikan file yang hendak diakses oleh pengguna. Sebagai contoh dalam sistem operasi DOS, file A.EXE dapat diinfeksi dengan membuat sebuah file dengan nama A.COM. DOS akan terlebih dahulu akan mencari file berekstensi COM sebelum file dengan ekstensi EXE. Setelah  A.COM  telah  dieksekusi,   kemudian  A.EXE   akan    dieksekusi   pula sehingga file tersebut terinfeksi pula. Cara lain adalah dengan menempatkan sebuah file dengan nama yang persis sama pada cabang lain dari file tree, sehingga bila file palsu ini ditempatkan secara tepat dan terjadi kesalahan dengan tidak menuliskan path yang lengkap dalam menjalankan sebuah program, akan berakibat tereksekusinya file palsu tersebut.
• Tunneling    Virus,    mencoba   untuk    mengambil   alih   interrupt handlers   pada   DOS   dan   BIOS,   kemudian  meng-install   dirinya sehingga berada ‘di bawah’ program-program lainnya. Dengan ini virus dapat menghindari hadangan dari program anti virus sejenis monitors.
• Fast  Infectors    Virus,   tidak   hanya  menyerang   ketika  program target   dieksekusi,    melainkan    juga  ketika   diakses.  Hal  ini bertujuan untuk menumpangi perangkat anti virus sebagai media penyebaran   ketika   melakukan   pengecekan   terhadap  file-file  di dalam komputer.
• Slow Infectors Virus, kebalikan dari fast infectors, di mana virus hanya akan menyebar ketika file-file target diciptakan atau dimodifikasi. Hal ini bertujuan untuk memperdaya anti virus sejenis integrity checkers dengan menumpangi proses yang ‘sah’untuk mengubah sebuah file.
• Armoured   Virus,   dibuat   sedemikian   rupa  sehingga  sulit  untuk peneliti anti-virus dalam mempelajari cara mereka bekerja. (Sumber: Firmansyah. virus komputer:2009)

2.6 CARA MEMINIMAL SUATU VIRUS

2.6.1 Mengamankan Komputer Dari Serangan VIRUS Tanpa Anti Virus

Di artikel tersebut saya lupa mengasih peringatan bahwa apabila mengganti icon File Folders melalui folder option > file type bisa menyebabkan berubahnya fungsi Action pada file folder saat di click dua kali atau di Enter pada windows Explorer. Jadi bagi yang mengalaminya dan nggak bisa mengatasinya terapkan aja langkah-langkah dibawah ini:

1. Buka RUN ketik regedit untuk membuka registri editor:

2. Masuk ke My Computer/HKEY_CLASSES_ROOT/Directory/shell

3. Dilayar kanan terdapat:

(Default) REG_SZ ???

4. Pada data : ??? isinya bisa macam-macam, pada kebanyakan kasus kayaknya isinya

berubah menjadi find

5. Klik 2 kali (default) ganti ??? / find dengan none atau explore juga bisa.

Atau bisa juga dengan cara ini :

1. Buka notepad ketik atau copy-paste 3 baris script dibawah ini

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CLASSES_ROOT/Directory/shell]

@=”explore”

2. Save As dengan filename: fix.reg lalu pada kolom “Save as type” ganti menjadi “All

files”

3. klik save, dan simpan dimana aja.

4. Cari & click 2 kali file tersebut lalu tekan yes untuk memasukkan informasi perubahan

pada registry windows yang menyebabkan terjadinya masalah ini.

2.6.2 Amankan File-File Penting Dari Virus

Akhir-akhir semakin banyak mendengar dan menemui kasus-kasus penyerangan virus yang dalam penyebarannya disertai menghapus ataupun merusak data dengan ekstensi-ekstensi tertentu, yang kebanyakan penyerangan ditujukan pada data-data Document (*.doc, *.xls, *.ppt, *.txt dan lnsbgygtl) terutama pada file yang

berekstensi *.doc.

Hal ini membuat banyak orang sangat takut hingga mereka merajinkan diri membackup data berkala secara manual, hingga menginstal software antivirus maupun software-software perlindungan lain yang kadang kurang efektif dan sangat merepotkan diri sendiri. Maka dari itulah saya menulis artikel lanjutan ini yang semoga dapat mengatasi  masalah tersebut.

(Sumber: Firmansyah. virus komputer:2009)

Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Buka RUN ketik notepad.exe lalu enter

2. Setelah aplikasi notepad muncul ketikkan atau copy > paste script di bawah ini :

Dim Drive, Root, fname

Drive = “D” ‘drive yg akan diproses

Set Root = CreateObject(“Scripting.FileSystemObject”). _

GetDrive(Drive).RootFolder

Set fname = New RegExp

With fname

.Pattern = “\.doc$” ‘ekstensi file yang akan direname

.IgnoreCase = True

.Global = False

.Multiline = False

End With

Call Rename(Root, fname)

Sub Rename(Folder, RegExp)

Dim SubFolder, File

For Each File in Folder.Files

If RegExp.Test(File.Name) Then

File.Name = RegExp.Replace(File.Name, “.MSWord”) ‘hasil renamenya

End If

Next

For Each SubFolder In Folder.SubFolders

Call Rename(SubFolder, RegExp)

Next

End Sub

3. SaveAs di folder mana-saja dengan filename: XTRenamer.vbs , click pada kolom

“Save as type” dan ganti “Text Document (*.txt)” menjadi “All Files” lalu click

tombol “Save”

4. Eksekusi file XTRenamer.vbs yang telah anda buat tadi untuk mengubah semua

file yang ber-ekstensi *.doc menjadi *.MSWord di Drive D:\

5. Tunggu beberapa saat hingga proses perenamannya selesai. Lama proses

ditentukan oleh kecepatan komputer dan banyaknya file. Biasanya pada

komputer rumahan��murahan nggak akan memakan waktu lebih dari 10 detik.

(Sumber: Firmansyah. virus komputer:2009)

Untuk lebih pastinya buka Task manager (ctrl+alt+del) > tab “Processes”

Apabila dalam daftar “Image-Name” masih terdapat “wscript.exe” berarti prosesnya masih belum selesai.

Setelah proses pe-renamannya selesai maka kita harus meng-assosiasikan ekstensi file baru tersebut agar bisa di buka di aplikasi yang dikehendaki, agar bisa dibuka dengan mudah.

Caranya adalah:

1. Masuk Control Panel > Folder Options > Files Type

2. Cari dan click tombol “New” lalu pada kolom “File Extension:” ketik “msword

(apabila anda melakukan modifikasi pada scriptnya dan mengubah string

“MSWord” dengan yang lain, sesuaikanlah).

3. Klik tombol “<<Advanced”, akan muncul kolom “Associated File Type:”. Klik

kolom tersebut, akan muncul daftar listing yang sangat banyak dan cari tulisan

“Microsoft Office Word Document”. Biar lebih cepat mencarinya ketik “mi”

dengan cepat di daftar listing tersebut.

4. Lalu click “OK”

5. Selesai..

6. (Optional) ganti gambar icon defaultnya agar tidak mudah tertipu dengan file

virus yang sering ber-icon menyerupai File Word. Caranya? Baca artikelku

sebelumnya.

Apabila anda ingin mengubah juga ekstensi-ekstensi data penting anda lainnya yang dimungkinkan dapat terserang virus seperti *.xls, *.ppt, *.txt dan lain-lain, maka lakukan modifikasi pada scriptnya ( syntax code yang perlu dimodifikasi sudah saya beri HIGHLIGHT beserta ‘keterangannya ). Dan jangan lupa untuk mengasosiasikannya lagi dengan program penampil defaultnya./ pemrosesnya seperti cara diatas.

(Sumber: Firmansyah. virus komputer:2009)

BAB III

PENUTUP

3.1 SIMPULAN

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya.

Perkembangan virus komputer, worms, dan berbagai jenis malware lainnya telah  menimbulkan dampak yang  sangat besar dan meluas. Perkembangan teknologi sistem komputer dan komunikasi sering kali dijadikan virus komputer sebagai cara untuk mencari media penyebaran diri yang baru. Mulai dari penyebaran melalui floppy disk dan boot sector pada awal berkembangnya komputer, kemudian beranjak melalui jaringan internet, dan sepertinya virus akan menemukan tempat baru di dalam jaringan komunikasi wireless  baik dalam bentuk aplikasi (aplication-based) maupun dalam bentuk muatan aplikasi (conten-based). Dengan semakin kaburnya batasan antara peralatan komunikasi wireless dan komputer, ditambah lagi globalisasi seluruh dunia, maka virus komputer dan berbagai jenis malware lainnya akan merambah dunia komunikasi jenis ini. Selain itu jaringan komunikasi peer-to-peer yang semakin marak digunakan dalam berbagai macam aplikasi, dengan kemampuan untuk melewati berbagai bentuk pengamanan sistem seperti firewall, dapat menjadi sasaran empuk dari perkembangan virus komputer.Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria yakni Kemampuan untuk mendapatkan informasi, Kemampuan untuk memeriksa suatu file, Kemampuan untuk menggandakan diri dan menularkan diri, Kemampuan melakukan manipulasi, dan Kemampuan untuk menyembunyikan diri.

Dalam meminimalisir suatu virus tanpa anti virus dan mengamankan suatu file agar tidak disembunyikan virus, dapat menggunakan aplikasi pada sistem komputer. Aplikasi tersebut yaitu melalui control panel dan membuka aplikasi Run, cara lain juga dapat digunakan dengan browsing internet secara langsung.

3.2 SARAN

Dalam Penggunaan Komputer hendaknya Kita mampu mengetahui aplikasi dalam komputer, agar apabila sistem virus telah memasuki apliaksi komputer  virus dapat kita meminimalisirnya. Oleh karena itu marilah kita untuk tetap berusaha untuk mencari tahu apa yang ada di sekeliling kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: